Kamis, 24 November 2016

PERTAMBANGAN



TUGAS MAKALAH
PERTAMBANGAN





                       

                        NAMA                         : ADIYTIA IHSAN
                        KELAS                         : 2IB04
                        NPM                            : 10415225






UNIVERSITAS GUNADARMA
2016











KATA PENGANTAR 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-NYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan teman-teman dan guru pembimbingan Bpk. Andi Asnur Pranata Muhibah Hadmar.
Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih lagi
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik demi ke sempurnaan makala ini.






BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
Pertambangan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan, pengolahan, pemanfaatan, dan penjualan bahan galian (mineral, batubara, panas bumi, migas).
Dengan adanya kegiatan seperti ini pemerintah mengatur UU . UU itu berkaitan dengan kegiatan pertambangan. UU No. 11/1967 tentang Pokok-Pokok Pengusaha Pertambangan. Kegiatan pertambangan mencemarkan lingkungan seperti pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai dengan tempatnya. Hal tersebut bisa menyebabkan pencemaran dan timbul penyakit-penyakit. 
1.2.Rumusan Masalah
1.      Apa saja masalah lingkungan dalam pembangunan pertambangan?
2.      Bagaimana cara pengelolaan pembangunan pertambangan?
3.      Apa saja permasalahan pencemaran dan penyakit-penyakit yang timbul akibat pertambangan?
1.3.Tujuan Masalah
1.      Mengetahui masalah-masalah lingkungan dalam pembangunan pertambangan
2.      Mengetahui cara pengelolaan pembangunan pertambangan
3.      Mengetahui permasalahn pencemaran dan penyakit-penyakit yang timbul akibat pertambangan


  

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Masalah Lingkungan Dalam Pembangunan Pertambangan

Dibawah ini adalah masalah-masalah lingkungan dalam pembangunan lahan pertambangan

1.      Menurut jenis yang dihasilkan di Indonesia terdapat antara lain pertambangan minyak dan gas bumi, logam-logam mineral seperti timah putih, emas, nikel, tembaga, mangan, air raksa, besi, dan lain-lain dan juga bahan-bahan organik seperti batubara, batu-batu berharga seperti intan, dan lain-lain.

2.      Pembangunan dan pengelolaan pertambangan perlu diserasikan dengan bidang energy dan bahan bakar serta dengan pengolahan wilayah disertai dengan peningkatan pengawasan yang menyeluruh

3.      Pengembangan dan pemanfaatan energy perlu secara bijaksana baik itu untuk keperluan ekspor maupun penggunaan sendiri di dalam negeri serta kemampuan penyediaan energy secara strategis dalam jangka panjang. Karena jumlah pemakaian minyak bumi terus meningkat akan tetapi persediaannya terbatas.

4.      Pencemaran lingkungan sebagai akibat pengelolaan pertambangan umumnnya disebabkan oleh faktor kimia, faktor fisik, dan faktor biologis.

5.      Melihat ruang lingkup pembangunan pertambangan yang sangat luas, mulai dari pemetaan, eksplorasi, eksploitasi sumber energy dan mineral serta pengelitian deposit bahan galian, pengolahan hasil tambgan dan mungkin sampai penggunaan bahan tambang yang mengakibatkan gangguan pada lingkungan.

6.      Dalam pertambangan dan pengeolahan minyak bumi misalnya mulai eksplorasi, eksploitasi, produksi, pemurnian, pengelohan, pengangkutan, serta kemudian menjual tidak lepas dari bahasa seperti kebakaran, pengotoran terhadap lingkungan oleh bahan-bahan minyak yang mengakibatkan kerusakan flora dan fauna, pencemaran akibat penggunaan bahan-bahan kimia dan keluarnya gas-gas/ uap-uap ke udara pada proses pemurnian dan pengolahan.

2.2. Cara Pengelolaan Pembangunan Pertambangan
Sumber daya bumi di budang pertambangan harus dikembangkan semaksimal mungkin untuk tercapainya pembangunan. Dan untuk ini perlu adanya survey dan evaluasi yang terintegrasi dari para alhi agar menimbulkan keuntungan yang besar dengan sedikit kerugian baik secara ekonomi maupun secara ekologis.

Penggunaan ekologis dalam pembangunan pertambangan sangat perlu dalam rangka meningkatkan mutu hasil pertambangan dan untuk memperhitungkan sebelumnya pengaruh aktivitas pembangunan pertambangan pada sumber daya dan proses alam lingkungan yang lebih luas.

Segala pengaruh sekunder pada ekosistem baik local maupun secara lebih luas perlu dipertimbangkan dalam proses perencanaan pembangunan pertambangan, dan sedapatnya evaluasi sehingga segala kerusakan akibat pembangunan pertambangan ini dapat dihindari atau dikurangi, sebab melindungi ekosistem lebih mudah daripada memperbaikinya.

Dalam pemanfaatan sumber daya pertambangan yang dapat diganti perencanaan, pengolahan dan penggunaanya harus hati-hati seefisien mungkin. Harus tetap diingat bahwa generasi mendatang harus tetap dapat menikmati hasil pembangunan pertambangan ini.
pencegahan pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup terhadap usaha dan kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan berupa:
1.      KHLS(Kajian Lingkunga Hidup Strategis
2.      Tata ruang
3.      Baku mutu lingkungan
4.      Kriteria baku kerusakan lingkungan
5.      Amdal
6.      UKL-UPL
7.      Perizinan
8.      Instrumen ekonomi lingkungan hidup
9.      Peraturan perundang-undangan berbasis lingkungan hidup
10.  Anggaran berbasis lingkungan hidup
11.  Analisis resiko lingkungan hidup
12.  Audit lingkungan hidup
13.  Instrument lain sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan

2.3. Permasalahan pencemaran dan penyakit-penyakit yang timbul akibat pertambangan
Usaha pertambangan memang sangat berperan penting bagi jaman sekarang. Soalnya semua kehidupan di bumi ini menggunakan bahan-bahan yang berasal dari pertambangan. Contohnya;
a) Biji besi digunakan sebagai bahan dasar membuat alat-alat rumah tangga, mobil, motor, dll
b) Alumunium digunakan sebagai bahan dasar membuat pesawat
c) Emas digunakan untuk membuat kalung, anting, cincin
d) Tembaga digunakan sebagai bahan dasar membuat kabel
e) Dan masih banyak lagi seperti perak, baja, nikel, batu bara, timah, pasir kaca, dll.

Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Dan kerusakan lingkungan di pertambangan yaitu :
1)      Pembukaan lahan secara luas
Dalam masalah ini biasanya investor membuka lahan besar-besaran, ini menimbulkan pembabatan hutan di area tersebut. Di takutkan apabila area ini terjadi longsor banyak memakan korban jiwa.
2)      Menipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui.Hasil petambangan merupakan Sumber Daya yang Tidak Dapat diperbarui lagi. Ini menjadi kendala untuk masa-masa yang akan datang.

3) Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi tidak nyaman.
Biasanya pertambangan membutuhkan alat-alat besar yang dapat memecahkan telinga. Dan biasanya kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan warga. Dan terkadang warga menjadi kesal.

4) Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai tempatnya.
Dari sepenggetahuan saya bahwa ke banyakan pertambangan banyak membuang limbahnya tidak sesuai tempatnya. Biasanya mereka membuangnya di kali, sungai, ataupun laut. Limbah tersebut tak jarang dari sedikit tempat pertambangan belum di filter. Hal ini mengakibatkan rusaknya di sector perairan.

5) Pencemaran udara atau polusi udara.
Di saat pertambangan memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah, biasanya penambang tidak memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini mengakibatkan rusaknya lapisan ozon.

 Usaha pertambangan memang sangat berperan penting bagi jaman sekarang. Soalnya semua kehidupan di bumi ini menggunakan bahan-bahan yang berasal dari pertambangan. Contohnya:
a. Biji besi digunakan sebagai bahan dasar membuat alat-alat rumah     tangga, mobil, motor, dll
b. Alumunium digunakan sebagai bahan dasar membuat pesawat
c. Emas digunakan untuk membuat kalung, anting, cincin
d. Tembaga digunakan sebagai bahan dasar membuat kabel
e. Masih banyak lagi seperti perak, baja, nikel, batu bara,timah,       pasir kaca, dll.
        Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan di pertambangan yaitu:
a.  Pembukaan lahan secara luas Dalam masalah ini biasanya investor membuka lahan besar-besaran, ini menimbulkan pembabatan hutan di area tersebut. Di takutkan apabila area ini terjadi longsor banyak memakan korban jiwa.

b. Menipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui. Hasil petambangan merupakan Sumber Daya yang Tidak Dapat diperbarui lagi. Ini menjadi kendala untuk masa-masa yang akan datang.

c.  Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi tidak nyaman. Biasanya pertambangan membutuhkan alat-alat besar yang dapat memecahkan telinga. Dan biasanya kendaraan berlalu-lalang melewati jalanan warga. Dan terkadang warga menjadi kesal.

d. Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai tempatnya. Dari sepenggetahuan saya bahwa ke banyakan pertambangan banyak membuang limbahnya tidak sesuai tempatnya. Biasanya mereka membuangnya di kali, sungai, ataupun laut. Limbah tersebut tak jarang dari sedikit tempat pertambangan belum di filter. Hal ini mengakibatkan rusaknya di sector perairan.

e.   Pencemaran udara atau polusi udara. Di saat pertambangan memerlukan api untuk meleburkan bahan mentah, biasanya penambang tidak memperhatikan asap yang di buang ke udara. Hal ini mengakibatkan rusaknya lapisan ozon.





BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa masalah lingkungan dalam pembangunan pertambangan meilihat ruang lingkup. Kegiatai pertambangan juga harus memerhatikan ruang lingkup agar tidak menimbulkan pencemaran dan mengganggu kenyamanan warga. .

Seperti yang dikatakan bahwa dimana ada suatu aktivitas pasti disitu ada kerusakan lingkungan. Dan kerusakan lingkungan di pertambangan yaitu
Pembukaan lahan secara luasMenipisnya SDA yang tidak bisa diperbarui.Masyarakat dipinggir area pertambangan menjadi tidak nyaman.Pembuangan limbah pertambangan yang tidak sesuai tempatnya.Pencemaran udara atau polusi udara.
.
3.2.Saran
Para penambang harus melihan setituasi di sekitar tambang dan harus menjaga ke amanan di tambang tersebut .jangan sampai mengganggu warga sekitar









REFRENSI
Refrensi :




Jumat, 11 November 2016

ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN

TUGAS MAKALAH
ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN

                       
                        NAMA                         : ADYTIA IHSAN
                        KELAS                        : 2IB04
                        NPM                            : 10415225




UNIVERSITAS GUNADARMA
2016





KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, dan hidayah-Nya.

            Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
    
            Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah  ini.
    
            Akhir kata saya berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.










Bekasi, November 2016

                                                                                                                 Penyusun
                                                                                                                (Adytia Ihsan)
    




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Lingkungan hidup yang sehat sangatlah penting bagi kehidupan semua mahluk hidup. Karena lingkungan hidup yang sehat sangat untuk kesehatan mahluk hidup itu sendiri.
Tetapi belakangan ini banyak permasalahan yang mencemarkan lingkungan seperti membuang limbah ke sungai. Hal tersebut membuat air sungai menjadi tercemar. Seharusnya sebagai
manusia harus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan keberlanjutan pembangunan?
2.      Bagaimana mutu lingkungan hidup dengan resiko
3.      Bagaimana kesadaran lingkungan?
4.      Apa hubungan lingkungan dengan pembangunan?
5.      Bagaimana pencemaran dan perusakan lingkungan hidup oleh proses pembangunan?
C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian dari keberlanjutan pembangunan
2.      Mengetahui mutu lingkungan hidup dengan resiko
3.      Mengetahui kesadaran lingkungan
4.      Untuk mengetahui hubungan lingkungan dengan pembangunan
5.      Mengetahui bagaimana pencemaran dan perusakan lingkungan hidup oleh proses pembangunan



















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Keberlanjutan Pembangunan
Pemenuhan kebutuhan dan aspirasi masyarakat adalah tujuan utama pembangunan. Kebutuhan dasar sebagian besar penduduk di bumi ini seperti pangan, sandang, papan, pekerjaan perlu terpenuhi, disamping mempunyai cita-cita akan kehidupan yang lebih baik.
Konsep keberlanjutan pembangunan mengimplikasikan batas bukan absolut akan tetapi batas yang ditentukan oleh teknologi dan organisasi masyarakat serta oleh kemampuan kehidupan bumi menyerap dampak kegiatan manusia.
Keberlanjutan pembangunan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya. Prinsip-prinsip keberlanjutan pembangunan adalah sebagai berikut:

1.Menjamin pemerataan dan keadilan sosial
2.Menghargai keanekaragaman (diversity)
3.Menggunakan pendekatan integratif
4.Meminta perspektif jangka panjang

Di dalam keberlanjutan pembangunan terkandung dua gagasan penting, yaitu gagasan kebutuhan yaitu kebutuhan esensial serta gagasan keterbatasan Sehingga untuk memenuhi dua gagasan tersebut diperlukan syarat-syarat untuk keberlanjutan pembangunan, sebagai berikut
1.Keberlanjutan Ekologis
2.Keberlanjutan Ekonomi
3.Keberlanjutan Sosial dan Budaya
4.Keberlanjutan Politik
5.Keberlanjutan Pertahanan dan Keamanan

B.     Mutu Lingkungan Hidup Dengan Resiko

Pengertian tentang mutu lingkungan sangatlah penting, karena merupakan dasar dan pedoman untuk mencapai tujuan pengelolaan lingkungan. Perbincangan tentang lingkungan pada dasarnya adalah perbincangan tentang mutu lingkungan. Namun dalam perbincangan itu apa yang dimaksud dengan mutu lingkungan tidak jelas. Mutu lingkungan hanyalah dikaitkan dengan masalah lingkungan misalnya pencemaran, erosi, dan banjir. Apa yang dimaksud dengan Secara sederhana kualitas lingkungan hidup diartikan sebagai keadaan lingkungan yang dapat memberikan daya dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup manusia di suatu wilayah. Kualitas lingkungan itu dicirikan antara lain dari suasana yang membuat orang betah/kerasan tinggal ditempatnya sendiri. Berbagai keperluan hidup terpenuhi dari kebutuhan dasar/fisik seperti makan minum, perumahan sampai kebutuhan rohani/spiritual seperti pendidikan. Kualitas lingkungan hidup dibedakan berdasarkan biofisik, sosial ekonomi, dan budaya

Resiko lingkungan yang tidak sehat sebagai berikut :
1. Penularan Penyakit Melalui Air.
Air adalah mutlak bagi kehidupan. Tetapi jika kualitas air tidak di perhatikan, maka air dapat menjadi sumber penyebab penyakit. Air dapat mengandung zat – zat kimia yang berbahaya untuk kehidupan, bila terdapat pencemaran dengan berbagai sumber alam maupun sumber kehidupan manusia. Banyak penyakit menular yang bersumber pada air. Penyakit virus dapat bersumber pada air, seperti radang mata yang sering di dapat setelah berenang di kolam yang kurang terpelihara. Air selain dapat menularkan penyakit secara langsung, dapat juga menjadi tempat perindukkan berbagai macam penyakit. Berbagai serangga memerlukan air untuk berkembang biak seperti nyamuk yang dapat menularkan berbagai macam penyakit. Tumbuhan air juga dapat menjadi habitat dari faktor penyakit. Keong air yang dapat memerlukan schistosomiasis dari tumbuh – tumbuhan air itu. Tikus dan binatang lainnya yang hidup di sekitar air juga dapat menjadi sumber penyakit manusia, seperti penyakit leptopirosis.
2. Penularan Penyakit Melalui Udara.
Penyakit dapat ditularkan dengan menghirup penyebab penyakit dalam pernafasan. Penyakit influenza dan tuberkulosis adalah contoh – contoh yang terinfeksi melalui udara. Pencemaran udara dengan berbagai bahan kimia dapat menyebabkan kerusakkan langsung pada paru – paru. Selain itu dapat menyebabkan iritasi pada paru – paru sehingga mudah terserang oleh penyakit infeksi sekunder seperti TBC. Selain itu bahan – bahan kimia ini banyak di duga sebagai penyebab kanker paru – paru misalnya exhaust fume kendaraan bermotor.
3. Penularan Penyakit Melalui Tanah.
Air tanah banyak mengandung penyakit, terutama jika tercemar oleh kotoran manusia dan hewan, baik secara sengaja maupun tidak sengaja. Penyakit tetanus dapat terjadi jika luka kena tanah, jika tanah tercemar oleh kotoran hewan atau manusia, yang mengandung penyebabnya yakni clostridiumtetani. Di dalam tanah juga banyak di temukan bentuk – bentuk infeksi berbagai parasit. Cacing – cacing perut penyebarannya melalui tanah, telornya di keluarkan dengan tinja. Jika sampai di tanah, telor – telor itu akan tumbuh menjadi bentuk infektif yang sudah siap untuk tumbuh di dalam badan manusia. Cara penularan dapat terjadi jika telor – telor yang masak ini tertelan oleh makanan yang tercemar oleh tanah yang mengandung telor tadi atau memakai tangan yang kotor.
C.    Kesadaran Lingkungan
Menurut Joseph Murphy (1988), Kesadaran ialah siuman atau sadar akan tingkah lakunya yaitu pikaran sadar yang mengatur akal dan dapat menentukan pilihan terhadap yang diingini misalnya baik-buruk
Sigmund Freud yang dikutip Monowito (1985), menyatakan bahwa keadaan manusia dalam sadar itu dapat dinamakan kesadaran atau dapat dibalik bahwa kesadaran ialah keadaan manusia dalam sadar/siuman dan manusia dalam sadar itu dapat menginsyafi kesadarannya.
D.    Hubungan Lingkungan Dengan Pembangunan

Hubungan lingkungan hidup dengan pembangunan demi peningkatan kualitas dari lingkungan adalah:
1.       Menetapkan perijinan dan lebih meningkatkan pengawasan pada bidang industry di pengolahan limbah cair.
  1. Mengawasi dan mengendalikan sumber pencemaran laut.
  2. Meningkatkan kondisi dan kualitas sungai.
  3. Melakukan berbagai pencegahan polusi-polusi udara.
  4. Menetapkan sanksi hukum bagi industry yang berperan aktif menyumbangkan kerusakan lingkungan.
Hubungan yang mendasar antara lingkungan hidup dan pembangunan memang apabila kita tidak bijaksana dalam melakukan pembangunan, lingkungan akan cepat rusak, seperti hutan-hutan ditebang demi perluasan lahan, akibatnya global warning, iklim menjadi ekstrim, suhu di bumi semakin panas, hewan punah, dan masih banyak lagi, mungkin tidak ada kata terlambat, hanya saja sekarang kita memang harus lebih berhati-hati dalam membangun berbagai saran dan prasarana. Jangan sampai hal itu akan menjadi penyumbang kerusakan lingkungan.
E.     Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Oleh Proses Pembangunan
Sebagaimana diarahkan dalam GBHN Tahun 1988, pembangunan industri merupakan bagian dari pembangunan ekonomi jangka panjang untuk mencapai stucture ekonomi yang semakin seimbang dari sektor industri yang maju dan didukung oleh sektor pertanian yang tangguh. Selanjutnya digariskan pula bahwa ‑­proses industrialisasi harus mampu mendorong berkembangnya industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja baru, sumber peningkatan ekspor dan penghematan devisa, penunjang pembangunan daerah, penunjang pembangunan sektor-sektor lainnya sekaligus wahana pengembangan dan penguasaan teknologi.
Industrialisasi merupakan pilihan bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupannya. Hal terseut antara lain disebabkan terbatasnya lahan pertanian. Industrialisasi merupakan suatu jawaban terhindarnyan tekanan penduduk terhadap lahan pertanian. Yang perlu mendapatkan perhatian ialah bahwa industri merupakan salah satu sektor pembangunan yang sangat potensial untuk merusak dan mencemari lingkunga . apabia hal ini tidak dapat perhatian serius maka ada kesan bahwa antara industri dan lingkungan hidup tidak berjalan seiring, dalam arti semakin maju industri maka semakin rusak lingkungan hidup itu.
Industri yang menggunakan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup manusia akan memberikan dampak begatif pula berupa pencemaran dan kerusakan lingkungan. Unsur – unsur pokok yang diperlukan untuk kegiatan industri antara lain adalah sumber daya alam ( berupa bahan baku, energi dan air), sumberdaya manusia ( berupa tenaga kerja peda berbagai tingkatan pendidikan), serta peralatan.
Kegiatan pembangunan industri yang melibatkan unsur – unsur tersebut dapat menimbulkan dampak negatif yang berupa :

1. Pandangan yang kurang menyenangkan bagi wilayah industri.
2. Penurunan niali tanah di sekitar industri bagi permukiman.
3. Timbuk kebisingan oleh operasi peralatan.
4. Bahan – bahan buangan yang dikeluarkan oleh industri dapat menggangu dan mengotori udara, air, dan tanah.
5. Perpindahan penduduk yang menimbulkan dampak sosial.
6. Hasil produksi industri dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat.
7. Timbulnya kecemburuan sosial.























BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Mutu lingkungan hidup haruslah baik karena jika kualitas lingkungan hidup yang kurang baik akan berdampak negatif terhadap mahluk hidup. Seperti penularan penyakit di air, penularan penyakit di udara, penularan penyakit di tanah dan sebagainya.
Maka dari itu manusia harus menjaga lingkungan hidup supaya bisa menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani.
B.     Saran
Pemerintah harus mengeluarkan program-program mengenai kebersihan lingkungan supaya lingkungan hidup bisa terjaga dan bersih dari penyakit. Tetapi masyarakat juga harus ikut terjun membantu pemerintah.
Refrensi :




PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA

TUGAS MAKALAH
PERKEMBANGAN PENDUDUK INDONESIA

                       
                        NAMA                         : ADYTIA IHSAN
                        KELAS                        : 2IB04
                        NPM                            : 10415225




UNIVERSITAS GUNADARMA
2016





KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, dan hidayah-Nya.

    Makalah ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
    
    Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka saya menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya dapat memperbaiki makalah  ini.
    
    Akhir kata saya berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.










Bekasi, November 2016

                                                                                                                 Penyusun
                                                                                                                (Adytia Ihsan)
    



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
            Pertumbuhan penduduk kini semakin bertambah tanpa bisa dikendalikan. Hal itu mengakibatkan berbagai masalah sosial ekonomi dan masalah kependudukan, misalnya: tidak terpenuhinya kebutuhan pangan, tingkat pendidikan penduduk yang rendah, tingkat kesehatan yang rendah, meluasnya kemiskinan dan sebagainya.

Laju pertumbuhan penduduk adalah angka yang menunjukkan tingkat pertambahan penduduk pertahun dalam jangka waktu tertentu. Laju pertumbuhan penduduk dapat dihitung menggunakan metode arimatik, metode geomatri dan metode eksponensial.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja landasan perkembangan penduduk Indonesia?
2.      Bagaimana pertumbuhan penduduk dan lingkungan pemukiman yang terjadi?
3.      Bagaimana pertumbuhan penduduk dalam tingkat pendidikan?
4.      Bagaimana dengan pertumbuhan penduduk dan penyakit yang berkaitan dengan lingkungan hidup?
5.      Bagaimana pertumbuhan penduduk dan kelaparan?
6.      Bagaimana kemiskinan dan keterbelakangan yang terjadi?
C.    Tujuan Masalah
1.      Mengetahui landasan penduduk Indonesia
2.      Mengetahui lingkungan pemukimansaat ini
3.      Mengetahui tingkat pendidikan saat ini





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Landasan Perkembangan Penduduk Indonesia
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan penduduk yang dipengaruhi oleh faktor kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk (migrasi). Pertumbuhan penduduk terdiri atas dua macam, yaitu sebagai berikut:
1.      Pertumbuhan penduduk alami, yaitu pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran
      dan kematian.
2.      Pertumbuhan penduduk total, yaitu pertumbuhan penduduk yang dipengaruhi oleh kelahiran,          
      kematian, imigrasi, dan emigrasi.

Tingkat pertumbuhan populasi Indonesia antara tahun 2000 dan 2010 adalah sekitar 1.49 persen per tahun. Pertumbuhan tertinggi terjadi di propinsi Papua (5.46 persen), sementara pertumbuhan populasi terendah terjadi di propinsi Jawa Tengah (0.37 persen). Program Keluarga Berencana (KB) dikoordinasi oleh institusi pemerintah, yaitu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program KB dimulai pada tahun 1968 semasa pemerintahan presiden Suharto dan sampai saat ini masih diteruskan oleh presiden2 penerusnya. Program ini adalah strategi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia karena pertumbuhan populasi yang rendah akan menyebabkan tingkat PDB per kapita yang lebih tinggi, yang juga akan meningkatkan pendapatan, tabungan, investasi serta menurunkan tingkat kemiskinan.

B.     Pertumbuhan Penduduk dan Lingkungan Pemukiman

Lingkungan pemukiman adalah tempat atau dimana semua warga menempati dan menjadikan sebagai tempat tinggal,tempat usaha atau sebagai sumber usaha dan sebagainya. Lingkungan pemukinman akan menjadi baik atau lebih buruk tergantung pada pengelolaan yang menempati wilayah tersebut.
Pertambahan penduduk hanya pada satu kota jika tidak diatasi akan mengakibatkan menumpuknya jumlah penduduk yang tidak merata. Hal tersebut akan berhubungan dengan lingkungan pemukiman, karena jika terjadinya penumpukan penduduk hanya pada satu kota saja ini akan menimbulnya jumlah penduduk yang semakin padat dan terutama pada tempat tinggal pemukiman. Pemukiman yang ditempati oleh banyaknya penduduk pada satu kota atau daerah tertentu ini akan menimbulkan masalah terutama pada lingkungan.  Maka Peran infrastruktur dalam pengembangan perumahan dan permukiman dinilai sangat penting, karena infrastruktur merupakan syarat mutlak bagi terciptanya lingkungan permukiman yang sehat, aman, harmonis dan berkelanjutan. 
Semua orang yang mendiami wilayah Indonesia disebut penduduk Indonesia. Berdasarkan sensus penduduk yang diadakan setiap 10 tahun sekali, diperoleh data jumlah penduduk Indonesia sebagai berikut :
1.      Tahun 1961 = 97,1 juta jiwa
2.      Tahun 1971 = 119,2 juta jiwa
3.      Tahun 1980 = 147,5 juta jiwa
4.      Tahun 1990 = 179.321.641 juta jiwa
5.      Tahun 2004 = 238.452 juta jiwa

C.    Pertumbuhan Penduduk dan Tingkat Pendidikan
Kualitas penduduk yang tinggi akan lebih menunjang laju pembangunan ekonomi. Usaha yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kualitas penduduk melalui program pendidikan, perluasa lapangan pekerjaan dan penundaan usia kawin pertama.
-          Tingkat Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar yang diadakan oeh pemerintah untuk memberikan bekal dasar yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat berupa pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan menengah. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 menyatakan dasar dan wajib belajar pada Pasal 6 Ayat 1 bahwa, “Setiap warga negara yang berusia 7 sampai dengan 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar”.
-          Tingkat Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah yang lamanya 3 tahun seusai pendidikan dasar. Pendidikan Menengah berfungsi sebagai lanjutan dan perluasan pendidikan dasar, dalam hubungan ke atas mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan tinggi maupun memasuki lapangan kerja.
-          Tingkat Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi merupakan kelanjutan dari pendidikan menengah, yang diadakan pemerintah untuk menyiapkan peserta didik untuk menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau professional yang dapat menerapkan, mengembangkan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Pendidikan tinggi berfungsi sebagai jembatan antara pengembangan bangsa dan kebudayaan nasional dengan perkmbangan internasional.
D.    Pertumbuhan Penduduk dan Penyakit yang Berkaitan Dengan Lingkungan Hidup
Pertumbuhan penduduk jelas sangat berkaitan dengan penyakit yang berkaitan dengan lingkungan hidup. Semakin bertambahnya penduduk semakin beranekaragaman penyakit yang timbul seperti penyakit sosial yang terjadi dilingkungan masyarakat contohnya pergaulan bebas remaja ,pengangguran dan lain lain. Ini jelas sangat tidak baik untuk tercapainya hidup yang sejahtera. Kesehatan manusia adalah keperluan dasar untuk pembangunan berkelanjutan.
E.     Pertumbuhan Penduduk dan Kelaparan
Kelaparan adalah suatu kondisi di mana tubuh masih membutuhkan makanan, Indonesia boleh dibilang memiliki catatan yang cukup mengesankan dalam usaha mengurangi kemiskinan. secara jelas menunjukkan bahwa secara umum perkembangan persentase penduduk miskin Indonesia selama empat dekade terakhir menunjukkan tren yang menurun. Selama periode 1976-1996, melalui performa pertumbuhan ekonomi yang mengesankan, yakni dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 7 persen per tahun, Indonesia telah berhasil mengurangi persentase penduduk miskin yang mencapai 40,1 persen pada pertengahan 1976 hingga hanya mencapai 11,3 persen pada tahun 1996. Menurut Timmer dalam Tambunan (2006), selama periode ini, terdapat beberapa sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk di dalamnya pertumbuhan pesat di sektor pertanian. Kontribusi dominan sektor pertanian berakhir pada penghujung dekade 80an ketika perannya mulai digantikan oleh industri manufaktur. Pada periode ini pula, mulai terjadi perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian (daerah perdesaan) ke sektor industri manufaktur (daerah perkotaaan)

Dan juga menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan menurun secara konsisten selama periode 1976-1996 dengan tren penurunan yang cukup tajam. Penurunan persentase penduduk miskin di daerah perdesaan lebih cepat bila dibandingkan dengan di daerah perkotaan. Pada tahun 1976, jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan mencapai 44,2 juta orang atau sekitar 40,4 persen dari total penduduk perdesaan, jumlah ini kemudian menurun secara drastis pada tahun 1993: jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan turun menjadi 17,2 juta orang atau sekitar 13,8 persen dari total penduduk perdesaan. Sebuah capaian yang sungguh mengesankan, ini artinya dalam kurun waktu 27 tahun, jumlah penduduk miskin di perdesan berkurang sebesar 27 juta orang.
F.     Kemiskinan dan Kelaparan
Di indonesia pengangguran kini telah menjadi masalah terbesar di negeri ini, bahkan lebih besar dari konflik politik yang terjadi di Indonesia belakangan terakhir ini. Anehnya, di tengah meledaknya angka pengangguran, kehidupan kaum jet set sepertinya juga tidak berkurang. Hingga kini telah terjadi akumulasi dari jumlah penduduk yang tidak mendapat pekerjaan. Sebelum krisis, tingkat pengangguran hanya 4,7% sementara setelah krisis meningkat lagi menjadi 8,1% pada tahun 2001 lebih tinggi di bandungkan tahun sebelumnya ( 2000 ) yang mencapai 6,1%. Dan saat ini tahun 2005 data terakhir menunjukan pengangguran di indonesia telah mencapai 36,3 juta orang, 8 juta diantaranya merupakan pengangguran terbuka dan selebihnya setengan menganggur. Jumlah itu di tambah lagi dengan 2-3 juta penganggur baru yang memasuki dunia kerja setiap tahun, dan ratusan ribu tenaga kerja indonesia ( TKI ) yang terpaksa kembali ke Indonesia.






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pertumbuhan penduduk sangat mempengaruhi lingkungan hidup, kesehatan, dan tingkat pendidikan. Persoalan-persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk mencari solusi terbaik.
Karena dengan bertambahnya penduduk maka meningkat juga persoalan-persoalan yang bermunculan.

B.     Saran
Pemerintah harus bisa mengatasi persoalan-persoalan tersebut dengan mengadakan program-program seperti program KB, BPJS dan sebagainya. Karena dengan program-program seperti itu bisa mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi.

Refrensi :